Cara Berbakti Kepada Orang Tua yang Telah Meninggal

Salah satu kewajiban seorang anak adalah berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain). Banyak sekali keutamaan yang bisa diraih dari berbuat baik kepada mereka. Namun sering kali kita lalai, terlalu sibuk dengan urusan dunia, merasa masih punya banyak waktu bersama mereka, lalu menyesal ketika Allah memanggil mereka di saat kita merasa belum sempat sepenuhnya menjadi anak yang berbakti.

Beberapa dari kita berandai-andai jika waktu bisa diputar kembali, kita akan melakukan ini dan itu untuk orang tua kita. Namun kenyataannya, takdir kematian telah ditetapkan sebelum manusia lahir di dunia ini. Yang telah pergi meninggalkan tidak akan kembali, pun halnya waktu yang kita lewati.

Namun Dia-lah Al Basith, Yang Maha Melapangkan. Meski di dunia ini kita tidak akan pernah berjumpa lagi dengan mereka, namun kesempatan untuk mendapatkan keutamaan sebagai anak yang berbakti masih sangat terbuka lebar. Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam keseharian kita sebagai bentuk bakti kita kepada orang tua yang telah meninggal. Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah:

Mendoakan Orang Tua

Ini adalah hal yang paling mudah dilakukan untuk kita yang masih hidup, namun besar manfaatnya bagi mereka yang telah tiada. Bayangkan, jika doa orang lain saja bisa sampai kepada mereka yang telah meninggal, bagaimana dengan doa dari seorang anak?

Tentu saja doa yang kita panjatkan sebagai seorang anak akan menjadi penyejuk bagi mereka di alam kubur. Doa itu akan mampu meringankan siksanya, meluaskan kuburnya dan menerangi gelap kuburnya. Doa kita kepada orang tua dapat menjadi salah satu amal mereka yang tidak terputus meski mereka tak lagi hidup di dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadis:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh.” (HR. Muslim No. 1631)

Selain sebagai bentuk bakti, mendoakan orang tua yang telah meninggal adalah salah satu ungkapan rasa sayang kita terhadap mereka. Tentulah mereka di alam sana selalu menantikan doa tulus yang kita panjatkan untuk mereka.

Ilustrasi oleh @banggaber

Sedekah Atas Nama Orang Tua

Manfaat dan keutamaan sedekah tidak perlu diragukan lagi. Bahkan Allah menciptakan Baab As-Sadaqah, salah satu pintu dari delapan pintu surga yang dikhususkan bagi mereka yang pandai bersedekah di jalan-jalan Allah.

Sedekah dapat menjadi hadiah pahala terbaik untuk orang tua kita yang telah meninggal. Ketika kita bersedekah atas nama bapak ibu kita, pahala dari sedekah tersebut akan mengalir ke mereka yang telah wafat tanpa mengurangi pahala yang kita dapatkan sedikit pun.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma:

Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ , “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba (dan tidak memberikan wasiat), dan aku mengira jika ia bisa berbicara maka ia akan bersedekah, maka apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya (dan aku pun mendapatkan pahala)? Beliau menjawab, “Ya, (maka bersedekahlah untuknya).” (HR. Al-Bukhari No. 1338)

Menyambung Silaturahmi dengan Keluarga Orang Tua

Silaturahmi adalah menjalin hubungan dengan kerabat. Menyambung dan menjaga tali silaturahmi dapat mendatangkan keutamaan yaitu melapangkan rizki dan memperpanjang umur sesuai yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ.

Namun selain dua keutamaan di atas, terdapat keutamaan lain bagi kita yang orang tuanya telah tiada. Dengan menyambung silaturahmi kepada keluarga orang tua yang telah meninggal, kita akan dicatat sebagai anak yang berbakti seperti yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadis:

“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR. Muslim).

Menjadi Anak yang Sholeh

Orang tua kita semasa hidupnya telah melakukan segala usaha untuk merawat kita bahkan sejak kita masih dalam kandungan. Tulang dan daging kita tumbuh dari kasih sayang dan jerih payah mereka berdua. Ibu yang selalu sabar merawat kita dalam setiap tangisan, ayah yang berusaha setiap harinya agar kita tidak kelaparan, usaha untuk memberikan pendidikan terbaik, semua itu mereka lakukan agar kita tumbuh menjadi anak yang sholeh.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda dalam sebuah hadis:

“Sesungguhnya sebaik-baik makanan yang kalian makan adalah makan dari hasil yang kalian usahakan. Sesungguhnya anak-anak merupakan bagian dari yang kalian usahakan” (HR. At-Tirmidzi)

Kita tidak akan menjadi kita yang sekarang tanpa kedua orang tua yang setulus hati merawat dan mendidik kita sedari kecil. Kita adalah hasil usaha mereka berdua, sehingga amal kebaikan yang kita lakukan akan menjadi amal jariyah bagi keduanya meskipun telah tiada.

Ilustrasi oleh @banggaber

Empat hal di atas adalah beberapa dari banyak hal yang bisa kita lakukan untuk tetap berbakti kepada orang tua yang telah tiada. Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban seorang anak. Sehingga meskipun mereka telah tiada, sudah selayaknya bagi kita untuk tidak melupakan kewajiban tersebut karena pintu-pintu amal untuk berbakti kepada orang tua masih sangat terbuka lebar.

Allah telah memerintahkan kita dalam firman-Nya:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An-Nisa: 36).

Tulisan ini semoga dapat menjadi reminder bagi penulis pribadi untuk selalu berbakti kepada Ibu yang telah wafat dan bagi teman-teman yang telah ditinggal pergi oleh orang tua tersayang. Semoga Allah selalu memudahkan kita untuk menjadi anak yang berbakti dan istiqomah dalam menjalankannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

arrow top icon